Asal-usul Klaim Palsu Konsesi Lahan
Unggahan viral beredar luas di media sosial dengan tuduhan bahwa Presiden Argentina Javier Milei menyepakati perjanjian rahasia untuk mengalihkan 100.000 hektare kawasan hutan di wilayah Patagonia kepada Negara Israel. Menurut pesan-pesan daring tersebut, wilayah itu konon diperuntukkan bagi daerah kantong berpagar tertutup bernama "Josué" yang dirancang untuk menampung hingga 300.000 warga Israel. Demi menciptakan kesan autentik, para penyebar klaim mencantumkan nomor berkas administratif resmi fiktif berkode "AR-MOPU-ISR-0426-7781", dengan mengeklaim dokumen tersebut bocor dari kantor pemerintah pusat. Desas-desus ini merebak cepat dengan memanfaatkan keresahan publik menyusul kebakaran hutan musiman yang parah di Argentina selatan, di mana para penghasut secara dusta menuduh bahwa kebakaran tersebut sengaja disulut demi membuka lahan bagi penguasaan asing.
Verifikasi Resmi dan Kemustahilan Hukum
Investigasi cek fakta dan verifikasi arsip publik membuktikan bahwa seluruh narasi tersebut sama sekali tidak memiliki dasar faktual. Pemerintah federal Argentina maupun Kedutaan Besar Israel di Buenos Aires telah merilis pernyataan resmi yang menegaskan bahwa tidak ada konsesi lahan, proyek bilateral, ataupun rencana Israeli community semacam itu, dan hal tersebut bahkan tidak pernah dipertimbangkan. Penelusuran pada sistem registrasi dokumen resmi Argentina dan Berita Negara Federal (Boletín Oficial) tidak menemukan catatan apa pun mengenai nomor berkas yang dituduhkan, yang strukturnya sendiri merupakan rekaan dan sama sekali tidak kompatibel dengan sistem Pengelolaan Dokumen Elektronik (GDE) negara Argentina.
Selain tidak adanya bukti dokumenter, premis klaim tersebut bertentangan langsung dengan tatanan konstitusional dan hukum Argentina. Berdasarkan Konstitusi Nasional Argentina, tanah perdesaan dan lahan publik pada prinsipnya berada di bawah yurisdiksi dan domain pemerintah provinsi masing-masing—termasuk Chubut, Río Negro, dan Santa Cruz—yang berarti eksekutif federal tidak memiliki kewenangan konstitusional untuk mengalihkan wilayah provinsi secara sepihak kepada kedaulatan asing. Terlebih lagi, sebagian besar bentang hutan Patagonia yang dirujuk dalam klaim viral tersebut berada di dalam kawasan taman nasional dan suaka lingkungan yang dilindungi secara ketat, di mana undang-undang konservasi nasional secara tegas melarang pelepasan hak atas tanah untuk kepentingan komersial maupun pengembangan kawasan hunian privat.
Kebangkitan Hoaks Antisemit "Rencana Andinia"
Bukan sekadar rumor kebijakan biasa, klaim viral ini merupakan reinkarnasi modern langsung dari "Rencana Andinia" (Plan Andinia), teori konspirasi antisemit terkenal yang telah beredar di Amerika Selatan sejak era 1960-an dan 1970-an. Mitos ini awalnya dirancang oleh para simpatisan neo-Nazi Argentina dan dipopulerkan pada tahun 1971 oleh penulis ekstremis Walter Beveraggi Allende pasca-penangkapan serta pengadilan penjahat perang Nazi Adolf Eichmann. Hoaks Andinia mengeklaim bahwa organisasi-organisasi Yahudi dan Negara Israel memiliki agenda terselubung untuk menganeksasi Patagonia dan mendirikan "negara Yahudi kedua" di belahan selatan Amerika Latin.
Selama berdekade-dekade, kelompok-kelompok ekstremis sayap kanan radikal maupun sayap kiri radikal kerap membangkitkan kembali teori konspirasi ini setiap kali terjadi ketegangan politik atau bencana lingkungan. Para penganut teori konspirasi ini secara historis kerap menyasar para turis muda Israel yang berpelesir melintasi Patagonia usai menuntaskan dinas militer wajib mereka, dengan menuduh para wisatawan ransel (backpacker) tersebut secara dusta sebagai agen pengintai terselubung yang tengah memetakan wilayah. Narasi palsu yang menuduh adanya bagi-bagi tanah seluas 100.000 hektare di bawah pemerintahan Milei ini sejatinya sekadar memoles fitnah antisemit lawas tersebut, dengan memanfaatkan musibah kebakaran hutan regional serta hubungan diplomatik pemerintahan Argentina dengan Israel demi menebarkan disinformasi.