Media30 Oktober 2026

Pemeriksaan fakta: Gambar-gambar viral yang memperlihatkan pesawat mendarat di tengah landasan pacu yang berapi-api merupakan rekayasa kecerdasan buatan; serangan Israel menargetkan lokasi-lokasi Hizbullah di pinggiran kota yang berdekatan, dan landasan pacu bandara tidak pernah dibom atau terbakar.

David Rosenfeld

David Rosenfeld adalah nama pena meja Fakta & Mitos Hasbara. Setiap artikel bersumber dan disertai rujukan.

Fakta

Gambar-gambar viral yang memperlihatkan pesawat mendarat di tengah landasan pacu yang berapi-api merupakan rekayasa kecerdasan buatan; serangan Israel menargetkan lokasi-lokasi Hizbullah di pinggiran kota yang berdekatan, dan landasan pacu bandara tidak pernah dibom atau terbakar.

Mitos

Foto-foto viral memperlihatkan pesawat penumpang komersial mendarat di bandara internasional Beirut saat landasan pacu dilalap kobaran api akibat serangan udara Israel.

Membedah Citra Viral Bandara Beirut

Pada Oktober 2024, unggahan visual yang dramatis menyebar dengan cepat di berbagai saluran media sosial global, memperlihatkan pesawat penumpang komersial yang konon mendarat di Bandara Internasional Rafic Hariri Beirut di tengah pemandangan api dan kehancuran yang tampak mengerikan. Keterangan viral mengklaim gambar-gambar tersebut mendokumentasikan penerbangan Middle East Airlines yang menyentuh landasan pacu saat area tersebut dilalap kobaran api hebat akibat serangan udara Israel. Namun, verifikasi forensik independen dan catatan penerbangan membuktikan bahwa foto-foto mencolok ini sepenuhnya dibuat menggunakan perangkat kecerdasan buatan.

Identifikasi Forensik Artefak Sintetis

Analisis forensik digital yang dilakukan oleh berbagai organisasi, termasuk Agence France-Presse, Deutsche Welle, dan Full Fact, mengidentifikasi anomali digital yang tersebar luas, membuktikan bahwa citra tersebut merupakan hasil sintetis dan bukan karya fotojurnalistik autentik:

  • Ketidakkonsistenan Struktur Pesawat: Pesawat yang ditampilkan dalam grafis viral menunjukkan kecacatan visual khas kecerdasan buatan generatif. Pesawat tersebut memiliki moncong yang bentuknya tidak wajar dan terpotong secara janggal, deretan jendela penumpang yang asimetris, bingkai kokpit yang buram atau hilang, serta desain corak (livery) keliru yang tidak sesuai dengan model komersial mana pun dalam armada Middle East Airlines.
  • Halusinasi Arsitektur dan Pencahayaan: Struktur terminal, menara pengawas, dan bangunan di perimeter bandara pada gambar menampilkan arsitektur yang terdistorsi dan mustahil, termasuk garis jendela yang bengkok serta balok-balok struktural yang tidak masuk akal—hal yang lazim dihasilkan oleh model sintesis gambar saat merender fasilitas kompleks.
  • Dinamika Api yang Tidak Realistis: Kepulan api dan asap yang digambarkan tidak memiliki koherensi fisik dengan ledakan nyata atau kebakaran bahan bakar jet; tekstur kobaran apinya terlihat seragam dan terstilasi di sekeliling landasan tanpa menghasilkan efek hangus permukaan, distorsi panas (heat haze), maupun bayangan yang realistis.

Pihak berwenang dari maskapai nasional Lebanon, Middle East Airlines, mengonfirmasi secara langsung kepada pemeriksa fakta bahwa gambar-gambar tersebut palsu dan tidak mencerminkan kenyataan, sembari menegaskan bahwa operasional penerbangan komersial sama sekali tidak mengalami insiden kebakaran landasan pacu.

Konteks Operasional dan Penargetan Presisi

Selama operasi militer Oktober 2024 terhadap Hizbullah, Pasukan Pertahanan Israel menargetkan bunker komando bawah tanah, depot penyimpanan senjata, dan fasilitas manufaktur rudal milik kelompok teror tersebut yang terkonsentrasi di pinggiran Dahiyeh, selatan Beirut. Israel berulang kali menegaskan bahwa operasinya difokuskan secara ketat pada target militer Hizbullah dan bukan infrastruktur sipil, seraya mengeluarkan peringatan evakuasi terlebih dahulu kepada warga sipil Lebanon yang tinggal di dekat aset-aset Hizbullah yang telah ditentukan.

Meskipun penerbangan komersial tetap beroperasi dari bandara internasional Beirut, dokumentasi berita yang asli—termasuk laporan dari Associated Press—mengabadikan pemandangan nyata pesawat yang lepas landas dan mendarat dengan latar belakang kepulan asap dari serangan yang berjarak beberapa kilometer di Dahiyeh. Lensa telefoto yang digunakan oleh para fotografer profesional secara visual memadatkan jarak antara batas perimeter bandara dan lokasi target di distrik tetangga, sehingga menciptakan ilusi optik seolah jaraknya sangat dekat. Para provokator daring mengeksploitasi realitas visual ini untuk membuat dan menyebarkan konten palsu sensasional hasil rekayasa komputer, yang secara keliru mengklaim bahwa landasan pacu sedang terbakar.

Sama sekali tidak pernah ada momen selama konflik di mana landasan pacu Bandara Internasional Rafic Hariri terkena serangan, dibom, atau dibakar oleh amunisi Israel. Citra yang beredar merupakan rekayasa digital terencana yang dirancang untuk memicu kemarahan publik melalui kepalsuan yang disensasionalkan, alih-alih dokumentasi faktual.

Sumber

  1. 1
    factcheck.afp.com/doc.afp.com.36KL83Mhttps://factcheck.afp.com/doc.afp.com.36KL83M
  2. 2
    Fact check: AI images instead of real Beirut airport attackhttps://www.dw.com/en/fact-check-ai-images-instead-of-real-beirut-airport-attack/a-70579483
  3. 3
    Image of plane landing near explosion is AI – Full Facthttps://fullfact.org/news/ai-image-plane-explosion-beruit-airport/
  4. 4
    apnews.com/article/lebanon-israel-hezbollah-middle-east-airlines-mea-4abfae7f6165b7b34083e2512272ce54https://apnews.com/article/lebanon-israel-hezbollah-middle-east-airlines-mea-4abfae7f6165b7b34083e2512272ce54
  5. 5
    reuters.com/fact-check/images-aircraft-landings-into-flaming-beirut-airport-are-ai-generated-2024-10-29/https://www.reuters.com/fact-check/images-aircraft-landings-into-flaming-beirut-airport-are-ai-generated-2024-10-29/