Yudea dan Samaria

Bendera Israel dirusak di dekat Kiryat Arba; secarik pesan memuji “pria-pria bertopeng hitam” asal Sa'ir

Warga Arab merusak bendera Israel di sebuah jalan dekat Kiryat Arba dan meninggalkan secarik pesan berbahasa Arab yang mengagung-agungkan “para syahid” serta pria-pria bertopeng dari Batalion Sa'ir, dari kota dekat Hebron tersebut.

Avraham ShilohSorotan: Yudea dan Samaria

1 menit baca

Warga Arab merusak bendera Israel di sebuah jalan dekat Kiryat Arba, lapor Judea and Samaria Situation Room pada tanggal 3 November. Para perusuh meninggalkan secarik pesan berbahasa Arab.

Secarik pesan yang ditinggalkan oleh para perusuh berbunyi dalam bahasa Arab: “Kota Para Syahid. Pria-Pria Bertopeng Hitam dari Batalion Sa'ir (Sa'ir adalah sebuah kota dekat Hebron) Tidak Akan Pernah Mati.”

Judea and Samaria Situation Room

“Syahid” merupakan istilah yang digunakan untuk mengagungkan teroris yang tewas saat menyerang warga Israel. Pesan tersebut mengelu-elukan batalion bersenjata lokal dari Sa'ir, tepat di sebelah timur Hebron, sebagai pahlawan yang “tidak akan pernah mati”. Vandalisme yang disertai pesan seperti ini bukanlah sekadar kenakalan biasa. Ini adalah bentuk pernyataan dukungan terhadap serangan bersenjata, yang ditinggalkan di jalan yang dilalui warga Israel setiap hari.

Sumber

  1. 1JSR - The Judea & Samaria Situation Room (@JSR_EN) on Xx.com

Tentang artikel ini

Avraham Shiloh adalah nama pena meja Sorotan: Yudea dan Samaria Hasbara. Setiap artikel bersumber dan disertai rujukan.

Kebijakan redaksi dan AI

Lebih lanjut tentang Yudea dan Samaria